MAKANAN SIAP SAJI MEMBURUK KESEHATAN TUBUH IBU HAMIL
MENGONSUMSI terlalu banyak makanan cepat saji (fast food) tidak hanya menyebabkan obesitas tetapi juga mengikis kemampuan otak. Menurut co-author studi Andrew Murray, ada hubungan yang sangat erat antara makanan dan cara berpikir terhadap cara kerja tubuh. Diet yang kaya lemak misalnya, terang dia, berkaitan dengan komplikasi jangka panjang seperti obesitas, diabetes, dan gagal jantung. Sedang dampak jangka pendeknya bahkan relatif hanya diabaikan saja.
Rata - rata anak kost di Indonesia pernah namanya makananan siap saji, bukan?... jangankan anak kost anak - anak kecilpun sudah disuguhi dengan makanan yang instan dan apesnya mereka menyukainya. Sebenarnya gaya hidup sekarang memang berbeda jauh dari djaman doeloe, sekarang semua serba instant sampai pola makanpun terkena imbasnya. Dan bisa anda jumpai banyak sekali menjamur makanan siap saji di kota - kota besar dan selalu ramai dengan pengunjung terutama kaula muda. Sebenarnya berapa berbahayanya dan berapa keuntungan yang di dapat dari memakan makanan siap saji dan makanan yang diawetkan?
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Colorado ternyata segala yang dikonsumsi oleh seorang ibu yang tengah mengandung kelak akan diikuti pula oleh sang anak. Hal itu dikarenakan otak anak menganggap bahwa setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibunya adalah nutrisi yang aman. Jadi hati-hati memilih makanan saat hamil, sebab hal itu mempengaruhi persepsi.
makanan cepat saji bukanlah makanan sehat untuk tubuh, tapi masih saja makanan ini masih menjadi favorit dan banyak penggemarnya. Sayangnya hingga kini memang belum ada alternatif makanan pengganti makanan cepat saji. Ahli gizi Namrata Desai seperti dikutip dari ToI menyarankan beberapa hal. “Pencegahan memang selalu bermanfaat, tapi jangan lupa pola makan moderat
Makanan yang mengandung banyak zat bergizi tentu merupakan suatu kebutuhan bagi ibu hamil. Namun, seringkali ibu hamil melupakan hal ini, yang disebabkan oleh kebutuhan enrgi ibu hamil untuk menjamin kelancaran persalinan dan kehamilan. Untuk itu, ada beberapa cara agar ibu hamil dapat memenuhi makanan bergiizi pada saat persalinan.
Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, memperkirakan terdapat 2,3 ribu ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji pada 2015. Angka tahun 2009 memperlihatkan 1,6 ribu ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji.
Depkes Indonesia, memperkirakan terdapat 650 ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji data ini didapatkan dari berbagai kota di Indonesia, seperti jawa Tengah, Jakarta, Bali. Angka tahun 2009 memperlihatkan 1500 ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji data ini didapatkan dari berbagai kota di Indonesia yang didapatkan dari kota banten, Jogjakarta, pelmbang, solo.
Menurut data dari Depkes Sumatera Utara, angka kejadian obesitas yang disebabkan makanan siap saji atau junkfood terdapat sebanyak 1,2 ribu ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji pada tahun 2004. Angka pada tahun tahun 2010 memperlihatkan 1,6 ribu ibu hamil yang mengkonsumsi makanan siap saji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar